MOMEN YANG MENYENTUH HATI TUHAN

0
39

Markus 14:9      “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”

Dalam Alkitab dikisahkan tentang dua orang wanita yang mengurapi Tuhan Yesus. Pertama wanita ini adalah seorang wanita yang berdosa yang tercatat di Markus 14: 1-9 dan yang kedua adalah Maria, saudarinya Marta dan Lazarus yang dikisahkan dalam Yohanes 12:1-7. Ada yang berpendapat bahwa kedua perikop ini menceritakan tentang wanita yang sama. Namun dari ceritanya, terlihat bahwa lokasi dan peristiwanya berbeda.

Pertama-tama mari kita lihat Markus 14: 1-9,   “[1] Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi akan mulai dua hari lagi. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan untuk menangkap dan membunuh Yesus dengan tipu muslihat, [2] sebab mereka berkata: “Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat.” [3] Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus. [4] Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: “Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini? [5] Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.” Lalu mereka memarahi perempuan itu. [6] Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. [7] Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. [8] Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku. [9] Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”

Peristiwa di Markus ini terjadi dua hari sebelum hari raya Paskah dan Roti Tidak Beragi di rumah Simon si kusta di Betania. Tokoh dalam cerita ini adalah seorang wanita yang berdosa yang profesinya adalah menjual diri dan juga mungkin menjual wanita lain untuk mengumpulkan rejeki. Wanita ini mengurapi kepala Yesus dengan minyak narwastu murni yang mahal seharga 300 dinar. Pada saat itu, upah sehari adalah saru dinar. Berarti wanita ini mempersembahkan minyak yang harganya upah setahun. Minyak ini disimpan dalam buli-buli pualam yang berleher kecil dan biasanya dipakai untuk hari pernikahan seorang wanita. Leher yang kecil didesain supaya saat dipakai, minyak yang keluar hanya berupa tetesan. Tapi wanita ini memecahkan leher buli-buli itu mencurahkan minyak itu dengan limpahnya. Ketika ada orang yang menjadi gusar dan berpikir bahwa apa yang dilakukan wanita ini adalah suatu pemborosan, Yesus membelanya dan berkata bahwa wanita ini telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Nya, sebagai persiapan untuk penguburan-Nya. Dan di mana saja injil diberitakan diseluruh dunia, apa yang dilakukannya akan disebut juga untuk mengingat dia.

Peristiwa kedua dicatat di Yohanes 12:1-7,    “[1] Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. [2] Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. [3] Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. [4] Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: [5]”Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” [6] Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. [7] Maka kata Yesus: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.”

Kisah di Yohanes ini terjadi enam hari sebelum Paskah di rumah Marta dan Lazarus, juga di Bethania. Maria, saudari mereka mengambil 1/2 kati ( kira-kira 12 ons atau 340 gram) minyak narwastu yang sangat mahal harganya, yaitu 300 dinar, meminyaki kaki Yesus dan kemudian menyeka dengan rambutnya, yang juga sangat berharga bagi seorang wanita. Mungkin Maria sudah menyimpan tabungan bertahun-tahun dan mempersiapkan minyak yang berharga itu untuk hari pernikahannya. Sindiran yang sama juga dilontarkan oleh Yudas- mengapa minyak itu tidak dijual dan diberikan kepada orang-orang miskin. Yesus membela Maria dan berkata bahwa biarkan dia melakukan hal itu untuk mengingat hari penguburan-Nya.

Murid-murid yang lain tidak mengerti isi hati Tuhan, tetapi Maria dan wanita berdosa yang bahkan namanya tidak dicatat itu, tahu isi hati Tuhan dan apa yang Tuhan perlukan. Mereka mempersembahkan yang terbaik dan menyentuh hati Tuhan. Bukan minyak narwastu yang harganya upah setahun itu yang membuat persembahan mereka mahal, tetapi cinta mereka yang ditumpahkan kepada Tuhan. Ketika kedua wanita ini mencurahkan dan menabur kasih, Tuhan membalas mereka dan menerima kasih yang belum pernah diterima sebelumnya. Selama injil diberitakan dan setia mengingat hari penguburan-Nya, maka apa yang mereka lakukan akan terus diingat. Hari penguburan Tuhan berbicara tentang Paskah, yang sangat penting bagi orang Yahudi kerana Israel dibebaskan dari perbudakan pada peristiwa Paskah. Paskah juga berbicara tentang pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib, yang oleh karenanya, dosa dihapus dan keselamatan diberikan. Sewaktu dosa dihapus, halangan berkat disingkirkan dan segala sesuatu yang baik dapat dinikmati. Pengorbanan Tuhan Yesus berbicara tentang pengampunan, kesembuhan, mujizat, keselamatan, pemulihan, dan segala berkat. Oleh bilur-bilur Yesus, kita disembuhkan. Semuanya dapat diperoleh karena kasih karunia oleh iman yang diterima dengan cuma-cuma. Ketika kasih karunia diterima, maka kita harus mengingat apa yang dilakukan kedua wanita ini.

Banyak kebangunan rohani dan kegerakan yang terjadi di dunia seperti yang terjadi di Wales pada tahun 1904 dimana pertobatan melanda seluruh Inggris.  Orang-orang bertobat dan menangis di jalan-jalan. Kebangunan rohani itu bergerak ke Amerika Serikat dan melahirkan gerakan Pentakosta di Asuza Street, Toronto Blessing yang terjadi di sebuah lapangan terbang di Kanada dan Pensacola di Florida. Pada saat itu, gereja di Brownsville dilawat Tuhan dengan luar biasa. Kemudia ada kebangunan rohanni di Kupang Indonesia dimana Mel Tari yang menulis buku “The Mighty Wind” menyaksikan air berubah menjadi anggur; kebangunan rohani di Minahasa dimana orang-orang melihat gereja dibakar oleh api, tapi yang ternyata adalah api Roh Kudus; dan gerekan Fangesa Dodo pada tahun 1915-1925 di Nias. Roh Kudus mengingatkan akan dosa mereka. Orang-orang yang dihampiri  menangis memohon ampun atas dosa mereka dan pertobatan ini merambat dari desa dan kota ke desa dan kota lain sampai seluruh pulau Nias dilawat Tuhan. Namun, gerakan-gerakan itu hari ini tidak terdengar lagi. Gerakan-gerakan kebangunan rohani yang terjadi dimana-mana bertahan satu atau dua masa. Ada yang bertahan beberapa tahun (mungkin 5 sampai 10 tahun), kemudian hilang dan seolah-olah Tuhan meninggalkan tempat itu. Kalau lawatan Tuhan hanya datang dan pergi, mungkin kita akan bertanya, untuk apa menghabiskan banyak energi dan biaya? Kerinduan kita adalah lawatan Tuhan akan berdiam di tempat kita.

Pelayanan kedua wanita ini memiliki nilai kekekalan, melintasi masa dan akan terus berlanjut sampai pada kesudahan zaman. Maksud cerita kedua perempuan ini berbicara tentang Gereja diakhir zaman. Gereja adalah mempelai Kristus. Tuhan berkehendak bagi Gereja-Nya untuk memiliki peran dan tugas pelayanan pada masanya (Kisah Para Rasul 13: 36). Allah selalu bergerak maju dan tidak pernah mencintai kita dengan kasih yang kemarin. Dia selalu melihat kedepan dan menggenapi janji-Nya sampai kesudahan zaman. Saat kita jatuh cinta, maka nyala api cinta seperti nyala api Tuhan yang tidak pernah sama. Warna api tidak pernah sama, kadang biru, kadang merah atau kuning. Itu sebabnya Tuhan berkata bahwa Dia mengasihi kita dengan kasih yang baru. Gereja harus menangkap apa yang menjadi rencana Tuhan. Jika gerakan Tuhan ada di Indonesia, maka seharusnya gereja di dunia datang ke Indonesia dan bekerja sama untuk menggenapi rencana Tuhan. Apa yang mau dibagikan Indonesia untuk bangsa-bangsa untuk menyelesaikan rencana Tuhan. Dasar pelayanan kekristenan adalah kasih dan pengampunan. Jika gereja merespon panggilan Tuhan untuk kembali kepada kasih mula-mula, maka gereja dapat bersatu dan berkat Mazmur 133 dapat digenapi atas gereja.

Biarlah pelayanan kita murni atas dasar kasih. Rasul Paulus memperingatkan kita untuk tidak memberitakan Kristus karena dengki atau perselisihan. Filipi 1:15-17,   “[15] Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. [16] Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil, [17] tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara.” Injil adalah pelayanan pendamaian. Geraja dipanggil bukan untuk berselisih dan bertengkar, tapi untuk menjadi pendamai.

Jika kita mengasihi dengan kasih yang sungguh-sungguh dan bukan dengan maksud tujuan yang lain, maka Tuhan akan membalas cinta kita dengan kasih yang murni. Banyak orang yang mengejar pengurapan karena saat pengurapan turun, berkat dan kehidupan mengalir. Biarlah kita belajar seperti kedua wanita ini, datang bukan untuk mengejar pengurapan, tapi mempersembahkan yang terbaik, memberikan kasih kita dan mengerti serta melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan pada masa ini sehingga kita dapat menyentuh hati Tuhan dan pelayanan kita dapat memberikan nilai dan bertahan sampai kepada kekekalan.

 

Sumber* GBI RUMAH PERSEMBAHAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.