Jumat, Desember 2, 2022
- Advertisement -
BerandaBeritaMakna Natal

Makna Natal

Natal adalah momen spiritual bagi umat Kristiani merayakan kelahiran Yesus. Lahirnya Yesus menggambarkan kasih Tuhan bagi dunia.

Seperti yang tertulis pada Lukas 2: 4-19 “Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Bethlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud. Supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. “Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung. Lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.”

Ramalan tentang kedatangan Yesus sudah terlebih dahulu ditulis oleh Yesaya pada kisah perjanjian lama di Alkitab. Saat umat Kristiani merayakan Natal, sejatinya merayakan suatu momen dalam sejarah ketika sebuah ramalan tergenapi.Kehadiran Yesus sang Juru Selamat ke dunia dimaksudkan untuk menebus dosa manusia. Tanpa Yesus, umat manusia akan tenggelam dalam dosa. Dosa yang diwariskan dari manusia pertama ciptaan Tuhan, Adam dan Hawa. Namun demikian, umat Kristiani banyak yang larut dalam pesta serta menganggap Natal sebagai perayaan tahunan yang biasa saja. Natal haruslah dimaknai sebagai kelahiran Raja di atas segala Raja.

Memaknai kelahiran dan pengorbanan Tuhan dengan introspeksi diri sebagai berikut.

1. Memperbaiki komunikasi dengan Tuhan

Dalam hidup seringkali manusia disibukkan dengan aktivitas hingga lupa membiasakan diri berbicara dengan Tuhan melalui doa. Saat ibadah minggu pun, manusia masih disibukkan dengan smartphone dan sering menyudahi ibadah lebih dulu sebelum menerima berkat. Sementara akan rajin berdoa saat hanya membutuhkan atau menginginkan sesuatu maupun dirundung kesusahan. Momen Natal ini menjadi waktu yang tepat bagi manusia untuk lebih bisa memperbaharui cara berkomunikasi dan komitmen dengan Tuhan dengan tidak hanya datang kepada Tuhan ketika mengalami masalah saja, namun dalam keadaan apapun kita harus mampu untuk selalu menyembah Tuhan, berdoa ,mengucap syukur kepada Tuhan dan setia memuji Dia.

2. Buat Tujuan Rohani

Setelah memperbaiki komunikasi dengan Tuhan, buatlah tujuan rohani dalam hidup Anda. Tak harus menjadi pendeta untuk menjawab panggilan Tuhan. Anda bisa memulainya dengan dari hal sederhana seperti aktif dalam pelayanan gereja. Memulai dari pelayanan gereja, Anda akan secara terbiasa menjalin komunikasi dengan Tuhan. Komunikasi yang baik menandakan kedekatan Anda dengan Tuhan dan bagaimana Anda mengandalkan Tuhan bekerja dalam hidup anda. Dengan demikian setiap perayaan hari besar Kristiani dapat dimaknai dengan baik. Termasuk merenungi makna Natal yang sesungguhnya menurut Alkitab yang lebih dari sekadar pesta dan bertukar hadiah.

Kemudian sadari apa yang menjadi bakat anda. Tuhan membekali manusia dengan talenta tertentu yang dapat kita kembangkan. Melalui talenta inilah bagaimana Tuhan berkarya dalam Anda. Talenta itu juga bisa disalurkan ke dalam pelayanan gereja. Jika Anda memiliki bakat bermusik tentu bisa membantu para choir dalam pelayanan gereja, bahkan pelayanan yang lainnya yang tentunya untuk menyenangkan hati Tuhan.

3. Merenungi Makna Natal dengan Introspeksi Diri
Introspeksi diri saat Natal bersama keluarga juga merupakan bentuk memaknai kelahiran Yesus ke dunia dan pengorbanannya untuk umat manusia. Saling memaafkan kesalahan dalam keluarga merupakan cerminan cinta kasih Yesus akan anak-anak-Nya. Natal haruslah menjadi cerminan baik untuk diri sendiri, keluarga, dan orang sekitar.

Natal menjadi saat yang tepat memperbaiki diri dengan Tuhan dan sesama. Bagaimana hidup kita dapat menjadi berkat untuk banyak orang.

Artikulli paraprak
Artikulli tjetër
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments