Kotak Emas dan Kotak Hitam Pemberian Tuhan

Setiap orang telah diberi dua buah kotak dengan warna berbeda oleh Tuhan untuk dijaga. Tuhan berpesan, “Masukkan semua penderitaanmu ke dalam kotak yang berwarna hitam, dan masukkan semua kebahagiaanmu ke dalam kotak yang berwarna emas.”

Seseorang yang mendapat kotak tersebut kemudian mematuhi perintah tersebut. Maka setiap kali dia merasa terpuruk, kesedihannya dimasukkan ke dalam kotak hitam. Sedangkan saat dia bahagia, kegembiraannya di masukkan dalam kotak lainnya yang berwarna emas.

Seiring waktu, dia kemudian memerhatikan bahwa ada yang aneh dari kedua kotak yang diberikan oleh Tuhan tadi. Saat kotak berwarna emas semakin berat, kotak berwarna hitam justru ringan. Beratnya masih sama seperti saat pertama kali diberikan.

Penasaran, dia kemudian membuka kotak berwarna hitam untuk mencari tahu. Dia melihat bahwa ada lubang besar di dasar kotak tersebut, sehingga semua penderitaan yang dimasukkannya ke sana selalu jatuh keluar.

“Ke manakah perginya semua penderitaanku?” tanyanya pada Tuhan sambil menunjukkan lubang di kotak hitam tersebut.

“Anak-Ku, semua penderitaanmu berada padaKu,” jawab Tuhan sambil tersenyum hangat ke arahnya.

Masih bingung, manusia itu lanjut bertanya, “Lalu mengapa Engkau memberikan dua buah kotak, kotak emas dan kotak hitam yang berlubang?”

“Kotak emas Kuberikan agar kamu senantiasa menghitung berkat yang Aku berikan padamu, sedangkan kotak hitam Kuberikan agar kamu melupakan semua penderitaanmu.”

Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa penderitaan tidak layak untuk disimpan, justru kebahagiaanlah yang perlu kita simpan. Jangan sampai karena kesedihan membuat kita tidak bisa melihat bahwa ada banyak berkat Tuhan yang seharusnya lebih kita perhatikan.

Disamping itu ingatlah juga bahwa saat Tuhan belum menjawab doa Anda, berarti Dia tengah menambah kesabaran Anda. Saat Tuhan menjawab doa Anda, Dia menambah iman Anda. Dan saat Tuhan menjawab dengan yang bukan doa Anda, berarti Dia memilih yang terbaik untuk Anda.

Oleh sebab itu, janganlah kita menjadi tawar hati atas setiap penderitaan dalam kehidupan. ‘Pelangi tidak akan muncul tanpa kehadiran hujan’. Dibalik kesedihan, ada kebahagiaan yang menanti setiap kita.

“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami” (2 Korintus 4:16-17).

Sumber: jawaban.com