MENJAGA HATI DENGAN WASPADA

0
434

Amsal 4:23      “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Di dalam sejarah kekekalan ini, Tuhan menciptakan 3 kelompok penghulu malaikat, yaitu malaikat Mikhael, Gabriel, dan Lucifer. Mikhael adalah malaikat pemimpin peperangan, malaikat yang kuat dan mendemonstrasikan kuasa Allah. Gabriel adalah malaikat yang memberitakan kabar baik dan Lucifer adalah malaikat yang paling cantik dan berhikmat yang berada di dekat tahta Allah dan dipercayakan untuk memimpin pujian dan penyembahan. Namun Lucifer jatuh dan dilempar ke bumi. Ketika dibuang, Lucifer menarik 1/3 dari para malaikat untuk menjadi pengikut-pengikutnya.

Yehezkiel 28:13-18 berkata,    “[13] Engkau ada di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu daear dan malakit. Tempat tahtanya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu. [14] Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya. [15] Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu. [16] Dengan dagangmu yang besar engkau penuh dengan kekerasan dan engkau berbuat dosa. Maka Kubuangkan engkau dari gunung Allah dan kerub yang berjaga membinasakan engkau  dari tengah-tengah batu yang bercahaya. [17] Engkau sonbong karena kecantikanmu, hikmatmu kau musnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya. [18] Dengan banyaknya kesalahanmu dan kecurangan dalam dagangmu engkau melanggar kekudusan tempat kudusmu. Maka Aku menyalakan api dari tengahmu yang akan memakan habis engkau. Dan Kubiarkan engkau menjadi abu di atas bumi di hadapan semua yang melihatmu. [19] Semua diantara bangsa-bangsa yang mengenal engkau kaget melihat keadaanmu. Akhir hidupmu mendahsyatkan dan lenyap selamanya engkau.”

Kesalahan Lucifer sehingga dilempar ke bumi adalah:

  1. Penuh dengan kekerasan (ayat 16)
  2. Sombong karena cantik, berhikmat dan kaya (ayat17). Ibis tahu dia diciptakan dalam kesempuranaan. Yehezkiel 28:3-7,    “[3] Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel; tiada rahasia yang terlindung bagimu. [4] Dengan hikmatmu dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan. Emas dan perak kau kumpulkan dalam perbendaharaanmu. [5] Karena engkau sangat pandai berdagang engkau memperbanyak kekayaanmu, dan karena itu engkau jadi sombong. [6] Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan Allah: Karena hatimu menenpatkan diri sama dengan Allah [7] maka sungguh, aku membawa orang asing melawan engkau, yaitu bangsa yang paling ganas, yang akan menghunus pedang mereka, melawan hikmatmu yang terpuja; dan semarakmu dinajiskan.”
  3. Bermasalah dalam keuangan, curang dalam berdagang sehingga melanggar kekudusan (ayat 18)

Ratu Wasti sangat cantik melebihi para wanita lainnya pada zaman itu dan Raja Ahasyweros mau memamerkan kecantikannya kepada para pembesar dan kaum bangsawan. Namun, ketika dipanggil, Ratu Wasti tidak bersedia datang dan sibuk dengan pestanya sendiri sehingga Raja menjadi marah dan menurunkan Wasti serta mencari penggantinya sebagai ratu (Ester 1:1-19). Gereja sebagai mempelai Kristus tidak boleh menyinarkan kehebatan, kecantikan atau kepandaiannya sendiri, tetapi harus memancarkan kemuliaan Kristus. Oleh karena itu, yang layak disanjung dan dimuliakan bukanlah pemimpin atau gerejanya, tetapi Tuhan Yesus Kristus. Jika mimbar dijadikan sebagai tontonan, dan jika ada dagang dalam rumah Tuhan, maka pelayanan akan lari dari tujuan yang sebenarnya.

Bagaimana Tuhan menghancurkan iblis? Tuhan menyalakan api dari tengah-tengah iblis sendiri yang akan memakan habis dirinya. Kefasikan Lucifer akan memantik api dari dirinya sendiri. Semakin bertambah kejahatan di dalamnya, semakin besar api yang akan memakan habisnya. Lucifer habis karena kefasikannya sendiri. Kalau tidak menjaga hati dengan kewaspadaan, kejahatan dan kefasikan akan memakan habis tidak ada sisa apapun, hanya abu. Oleh karena itu, jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan.

Dalam menjaga hati, nasihat yang harus senantiasa kita ingat adalah:

  1. Jangan sombong. Ujilah hati masing-masing, jangan sampai ada kesombongan dan pemikiran mencoba memisahkan diri dan seolah tidak perlu Tuhan karena itu adalah awal dari kehancuran. Biarlah pelayanan kita bertahan sampai kekekalan.              Roma 1:21-22,    “[21]Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. [22]Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.” Ayat 28-29 melanjutkan,    “[28]Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas: [29]penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.”
  2. Waktu berhasil dan beruntung, kita perlu menjaga hubungan
  3. Hormati persekutuan bersama Tuhan. 1 Korintus 1:9 berkata,  “Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.” Kita dipanggil untuk bersekutu dengan Bapa. Jika kita mengingkari fellowship, maka kita akan kehilangan spirit kekristenan.
  4. Miliki rasa cukup. Ibadah kalau disertai dengan rasa cukup akan memberi keuntungan besar (1 Timotius 6:6). Jangan jadikan ibadah sebagai suatu sumber keuntungan sehingga menimbulkan percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikir sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah adalah suatu sumber keuntungan. (1 Timotius 6:5)

Banyak orang berpikir bahwa menjadi pemimpin selalu diidentikan dengan kesejahteraan dan fasilitas. Tuhan Yesus menjelaskan ciri-ciri seorang pemimpin yang baik, yang memberi kasih yang besar, yang mau berkorban dan bahkan berani mempertaruhkan nyawanya untuk membela sahabat-sahabatnya. Jangan manjadikan gereja sebagai tempat mengejar kekayaan. Kalau kekayaan dikejar, maka tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali (Amsal 23: 4-5).

Tuhan memanggil Musa untuk menderita bersama Kristus. Musa kehilangan gairah kekayaan Mesir karena telah melihat kemuliaan yang lebih besar. Sewaktu Musa dipenuhi kemuliaan Tuhan, dia melihat kekayaan dunia sebagai sesuatu yang samar. Jika kita masih tergiur dengan kekayaan dunia, maka itu berarti kita belum bertemu dengan kemuliaan Tuhan. Injil yang sejati adalah penyangkalan diri dan bukan pemuasan diri. Ibrani 11:25-26,   “[25] karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. [26]Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.”    Roma 3:23 berkata bahwa waktu manusia jatuh kedalam dosa, maka manusia jatuh dari kemuliaan Tuhan. Daya tarik terhadap dunia akan sirna karena upah dari Tuhan melebihi kemuliaan dunia.  Jika kita telah melihat kemuliaan Tuhan, maka kita akan mengejar Tuhan.

 

Sumber     GBI Rumah Persembahan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.