Jika anak bersedih

source: dailymail

source: dailymail

Kekecewaaan sering sekali membuat kita sedih, hal ini juga terjadi apada anak-anak. Bagi orangtua sangat penting untuk mengetahui keadaan emosi anak pada saat kecewa atau sedih.

Anak-anak sering kali sedih bila kehilangan mainan kesayangannya ataupun tidak mendapat ijin untuk melakukan sesuatu yang disenanginya. Sayangnya orangtua sering kali tidak menyadari hal itu. Alih-alih menyadarinya orangtua malah lebih sering menerapkan aturan tidak boleh menangis, yang malah membuat anak mengalami shock dengan perkataan-perkataan orangtua, seperti; :Jangan menangis seperti anak perempuan” dan sebagainya. Orangtua sering kali bereaksi untuk menerapkan disiplin dan beralasan mengajarkan anak untuk tangguh jika anak kelihatan cengeng karena sedih atau kecewa dan marah terhadap keadaan disekelilingnya.

Anak-anak sangat mudah meresap perkataan dan menjadi kecewa. Untuk itu orangtua harus dapat memberikan rasa nyaman dan mengajarkan hal-hal yang positif terhadap anak.

Kesedihan merupakan cara Tuhan mengajarkan kita mengenal nilai pribadi kita, jika kita mengatakan kepada anak kita, “Jangan menangis seperti anak kecil,” artinya kita kehilangan kesempatan untuk mengajar anak kita cara menangani emosinya.

Jadi sangat penting bagi anak untuk belajar melalui proses kesedihan sehingga mereka dapat menyalurkan kesedihan mereka alih-alih membuatnya menjadi masalah yang menjadi lebih besar.

Jika kita melihat anak bersedih, kita bisa mengajaknya bicara dan menjelaskan alasan kenapa dia mengalami kesedihan, atau mendengar keluh kesahnya sejenak. Jika kesedihannya karena keputusan kita, jelaskan dengan baik dengan sudut pandang yang tepat.

Sumber: Parenting is Hear Work by Dr. Scott Turansky dan Joanne Miller, RN, BSN