Eksistensi Tuhan dalam Otak Manusia

120421cotak-manusia
Otak kita selalu menyadari akan eksistensi Tuhan dalam hidup kita bahkan orang yang mengaku tidak mempercayai adanya Tuhan sekalipun.

Sebuah penelitian yang dikutip dari laman charismanews menurut National Geographic bahwa mempercayai Tuhan sudah tertanam dalam otak kita.

Shaheen E. Lakhan mengatakan psikolog dan antropolog menganggap bahwa anak jika dibiarkan akan memiliki beberapa konsepsi tentang Tuhan.

Pernyataan ini didukung oleh Andrew Newberg, yang aktive sebagai pebeliti neuroteknologi.

Newberg melakukan beberapa studi otak, mengevaluasi apa yang terjadi ketika seseorang berdoa atau bermeditasi. setelah delapan minggu berdoa, “Mereka memiliki perbaikan sekitar 10 atau 15 persen.

Ini masih hanya 12 menit sehari selama delapan minggu, anda bisa bayangkan jika ini terjadi pada manusia yang setiap hari berdoa dan intim dengan Tuhan selama satu jam setiap hari.

Kita sering sekali berdoa untuk menenangkan diri dan mengurangi stress. Kita juga tau bahwa hal ini sangat aplikatif untuk dilakukan. walaupun masih banyak yang mengaku tidak percaya Tuhan namun tidak dapat mengingkari keberadaannya.

Sebuah kutipan dari Washington Post, seorang atheis bernama Elizabeth King menulis bahwa dia tidak dapat mengabaikan pemikirannya tentang keberadaan Tuhan.

“Ide tentang Tuhan membuat saya berfikir mungkin saya tidak dihususkan untuk percaya Tuhan. Namun saya masih takut neraka dan ingin pergi ke surga bila mati nanti. Ini sangat membingungkan dan membuat frustasi ketika anda merasakan sesuatu yang anda tidak percaya. Ini diperparah dengan kenyataan bahwa karakter Tuhan lebih sering muncul ketika sedang mengalami frustasi,” Tulis King.

Neurotheologis Newberg mengatakan ini adalah karena ilmu pengetahuan kembali kepada realitas pengalaman spiritual.